Pengumpulan Hape (Handphone) di pondok 17 sikap
Memang, manusia pada saat ini tidak dapat hidup tanpa hape bahkan
santri sekalipun. Hape sudah menjadi kebutuhan pokok bagi setiap individu pada
masa sekarang ini agar tidak ketingalan jaman. Informasi yang tanpa henti tidak
membatasi akan waktu dan dimana ia muncul, semua disediakan dalam hape yang
menggunakan jaringan internet.
Santri di pondok 17 sikap yang berjumlah 13 orang ditambah 2 orang
sebagai pengurus/ pendamping dalam pelaksanaan program Hamalatil Qur’an 1
tahun. Program tersebut memfokuskan agar setiap individu tidak hanya berfokus
kepada sebarapa banyak/ lancar hafalan yang mereka miliki, namun kami disini
yang mengikuti program hamalatil Qur’ann lebih berfokus kepada pengembangan dan
pembentukan karakter sesuai tuntunan dan ajaran Islam.
Dalam masa karantina 1 tahun, santri diperbolehkan membawa hape
selama berada di pondok 17 sikap, dengan catatan bahwasanya setiap dari santri
yang membawa hape diharuskan mengumpulkan hape pada saat menjelang sholat
magrib setiap hari kecuali pada hari sabtu malam minggu. Kebijakan tersebut
dibuat dan diresmikan oleh pengasuh serta pengurus sebelum adanya santri yang
menetap di pondok 17 sikap. Kebijakan tersebut bertujuan agar setiap santri
ketika waktu malamnya teratur dan dapat lebih fokus lagi terhadap hafalannya
dan pelajaran di kampus.
Umumnya seseorang yang memainkan hape di waktu malam (menjelang
tidur) cenderung tidak dapat mengontrol dirinya dan lupa akan waktu
istirahatnya. Maka dari itu, untuk menghindari hal tersebut hape santri
dikumpulkan sebelum magrib, dan dibagikan esok harinya setelah pelaksanaan
sholat dhuha berjama’ah di ruang tengah (tempat menghafal).
Setelah pelaksanaan sholat dhuha berjama’ah, “duuuh hapee duuh
aduuuuh, keluarin lah” gurauan serta anjuran agar hape yang dikupulkan segera
diambil/ dikeluarkan dari kamarnya ustadz ang berada di sekitar ruang tengah
tempat menghafal, karena tempat penyimpanan hape yang dikumpulkan itu
ditempatkan di kardus utuh yang bekas tempat air minum mineral kemasan botol
dan kardus itu dimasukkan kedalam kamarnya ustadz.
Setiap pagi pasti selalu ramai akan gurauan hape, karena terlihat
para santri pun tidak dapat menahan akan penggunaan hape yang memanjakan
penggunanya. Pemanjaan berupa pemberian informasi tanpa batas dan segala
fitur-fitur hiburan yang membuat semakin nyaman.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar