Senin, 02 Oktober 2017

HP DI PONDOK



Pengumpulan Hape (Handphone) di pondok 17 sikap

Memang, manusia pada saat ini tidak dapat hidup tanpa hape bahkan santri sekalipun. Hape sudah menjadi kebutuhan pokok bagi setiap individu pada masa sekarang ini agar tidak ketingalan jaman. Informasi yang tanpa henti tidak membatasi akan waktu dan dimana ia muncul, semua disediakan dalam hape yang menggunakan jaringan internet.
Santri di pondok 17 sikap yang berjumlah 13 orang ditambah 2 orang sebagai pengurus/ pendamping dalam pelaksanaan program Hamalatil Qur’an 1 tahun. Program tersebut memfokuskan agar setiap individu tidak hanya berfokus kepada sebarapa banyak/ lancar hafalan yang mereka miliki, namun kami disini yang mengikuti program hamalatil Qur’ann lebih berfokus kepada pengembangan dan pembentukan karakter sesuai tuntunan dan ajaran Islam.
Dalam masa karantina 1 tahun, santri diperbolehkan membawa hape selama berada di pondok 17 sikap, dengan catatan bahwasanya setiap dari santri yang membawa hape diharuskan mengumpulkan hape pada saat menjelang sholat magrib setiap hari kecuali pada hari sabtu malam minggu. Kebijakan tersebut dibuat dan diresmikan oleh pengasuh serta pengurus sebelum adanya santri yang menetap di pondok 17 sikap. Kebijakan tersebut bertujuan agar setiap santri ketika waktu malamnya teratur dan dapat lebih fokus lagi terhadap hafalannya dan pelajaran di kampus.
Umumnya seseorang yang memainkan hape di waktu malam (menjelang tidur) cenderung tidak dapat mengontrol dirinya dan lupa akan waktu istirahatnya. Maka dari itu, untuk menghindari hal tersebut hape santri dikumpulkan sebelum magrib, dan dibagikan esok harinya setelah pelaksanaan sholat dhuha berjama’ah di ruang tengah (tempat menghafal).
Setelah pelaksanaan sholat dhuha berjama’ah, “duuuh hapee duuh aduuuuh, keluarin lah” gurauan serta anjuran agar hape yang dikupulkan segera diambil/ dikeluarkan dari kamarnya ustadz ang berada di sekitar ruang tengah tempat menghafal, karena tempat penyimpanan hape yang dikumpulkan itu ditempatkan di kardus utuh yang bekas tempat air minum mineral kemasan botol dan kardus itu dimasukkan kedalam kamarnya ustadz.
Setiap pagi pasti selalu ramai akan gurauan hape, karena terlihat para santri pun tidak dapat menahan akan penggunaan hape yang memanjakan penggunanya. Pemanjaan berupa pemberian informasi tanpa batas dan segala fitur-fitur hiburan yang membuat semakin nyaman.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

arsip

al Bagowi